About

Rabu, 08 Agustus 2012

MANFAAT BUAH KURMA MENURUT SUDUT PANDANG MEDIS MODERN


September 16, 2007
Oleh
Abu Zubair Zaki Rakhmawan

Berikut ini akan kami paparkan sebagian dari manfaat dan khasiat kurma ditinjau dari sudut pandang medis modern yang sekaligus menguatkan khabar Al-Qur’an Al-Karim dan As-Sunnah Ash-Shahihah tentang khasiat dan keutamaan kurma.
[1]. Tamr (kurma kering) berfungsi untuk menguatkan sel-sel usus dan dapat membantu melancarkan saluran kencing karena mengandung serabut-serabut yang bertugas mengontrol laju gerak usus dan menguatkan rahim terutama ketika melahirkan.
Penelitian yang terbaru menyatakan bahwa buah ruthab (kurma basah) mempunyai pengaruh mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa systolenya (kontraksi jantung ketika darah dipompa ke pembuluh nadi). Bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan Maryam binti Imran untuk memakan buah kurma ketika akan melahirkan, dikarenakan buah kurma mengenyangkan juga membuat gerakan kontraksi rahim bertambah teratur, sehingga Maryam dengan mudah melahirkan anaknya.[1]
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.
“Artinya : Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu kearahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu. Jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ‘Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa untuk Rabb Yang Maha Pemurah, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini” [Maryam : 25-26]
Al-Hafizh Ibnu Katsir rahimahullah membawakan perkataan ‘Amr bin Maimun di dalam tafsirnya : “Tidak ada sesuatu yang lebih baik bagi perempuan nifas kecuali kurma kering dan kurma basah” [2]
Dokter Muhammad An-Nasimi dalam kitabnya, Ath-Thibb An-Nabawy wal Ilmil Hadits (II/293-294) mengatakan, “Hikmah dari ayat yang mulia ini secara kedokteran adalah, perempuan hamil yang akan melahirkan itu sangat membutuhkan minuman dan makanan yang kaya akan unsur gula, hal ini karena banyaknya kontraksi otot-otot rahim ketika akan mengeluarkan bayi, terlebih lagi apabila hal itu membutuhkan waktu yang lama. Kandungan gula dan vitamin B1 sangat membantu untuk mengontrol laju gerak rahim dan menambah masa sistolenya (kontraksi jantung ketika darah dippompa ke pembuluh nadi). Dan kedua unsur itu banyak terkandung dalam ruthab (kurma basah). Kandungan gula dalam ruthab sangat mudah untuk dicerna dengan cepat oleh tubuh” [3]
Buah kurma matang sangat kaya dengan unsur Kalsium dan besi. Oleh karena itu, sangat dianjurkan bagi perempuan yang sedang hamil dan yang akan melahirkan, bahkan Allah Subhanahu wa Ta’ala memerintahkan kepada Maryam Al-Adzra (perawan) untuk memakannya ketika sedang nifas (setelah melahirkan). Kadar besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma matang sangat mencukupi dan penting sekali dalam proses pembentukan air susu ibu. Kadar zat besi dan Kalsium yang dikandung buah kurma dapat menggantikan tenaga ibu yang terkuras saat melahirkan atau menyusui. Zat besi dan Kalsium merpuakan dua unsur efektif dan penting bagi pertumbuhan bayi. Alasannya , dua unsur ini merupakan unsur yang paling berpengaruh dalam pembentukan darah dan tulang sumsum.
[2]. Ruthab (kurma basah) mencegah terjadi pendarahan bagi perempuan-perempuan ketika melahirkan dan mempercepat proses pengembalian posisi rahim seperti sedia kala sebelum waktu hamil yang berikutnya [4]. Hal ini karena dalam kurma segar terkandung hormon yang menyerupai hormon oxytocine yang dapat membantu proses kalahiran.
Hormon oxytocine adalah hormon yang salah satu fungsinya membantu ketika wanita atau pun hewan betina melahirkan dan menyusui.
[3]. Memudahkan persalinan dan membantu keselamatan sang ibu dan bayinya. [5]
[4]. Buah kurma, baik tamr maupun ruthab dapat menenangkan sel-sel saraf melalui pengaruhnya terhadap kelenjar gondok. Oleh karena itu, para dokter menganjurkan untuk memberikan beberapa buah kurma di pagi hari kepada anak-anak dan orang yang lanjut usia, agar kondisi kejiwaannya lebih baik.
[5]. Buah kurma yang direbus dapat memperlancar saluran kencing.
[6]. Buah kurma Ajwah dapat digunakan sebagai alat ruqyah dan mencegah dari ganguan jin.
[7]. Kurma sangat dianjurkan sebagai hidangan untuk berbuka puasa. Ada hal yang sudah ditetapkan dalam bidang kedokteran bahwa gula dan air merupakan zat yang pertama kali dibutuhkan orang berpuasa setelah melalui masa menahan makan dan minum. Berkurangnya glukosa (zat gula) pada tubuh dapat mengakibatkan penyempitan dada dan gangguan pada tulang-tulang. Dilain pihak, berkurangnya air dapat melemahkan dan mengurangi daya tahan tubuh. Hal ini berbeda dengan orang berpuasa yang langsung mengisi perutnya dengan makanan dan minuman ketika berbuka. Padahal ia membutuhkan tiga jam atau lebih agar pencernaannya dapat menyerap zat gula tersebut. Oleh karena itu, orang yang menyantap makanan dan minuman ketika berbuka puasa tetap dapat merasakan fenomena kelemahan dan gangguan-ganguan jasmani akibat kekurang zat gula dan air.
[8]. Buah kurma dapat mencegah stroke
[9]. Buah kurma kaya dengan zat garam mineral yang menetralisasi asam, seperti Kalsium dan Potasium. Buah kurma adalah makanan terbaik untuk menetralisasi zat asam yang ada pada perut karena meninggalkan sisa yang mampu menetralisasi asam setelah dikunyah dan dicerna yang timbul akibat mengkonsumsi protein seperti ikan dan telur.
[10]. Buah kurma mengandung vitamin A yang baik dimana ia dapat memelihara kelembaban dan kejelian mata, menguatkan penglihatan, pertumbuhan tulang, metabolisme lemak, kekebalan terhadap infeksi, kesehatan kulit serta menenangkan sel-sel saraf.
[11] Kurma adalah buah, makanan, obat, minuman sekaligus gula-gula. [6]
[Disalin dengan sedikit penyesuaian dari buku Kupas Tuntas Khasiat Kurma Berdasarkan Al-Qur’an Al-Karim, As-Sunnah Ash-Shahihah dan Tinjauan Medis Modern, Penulis Zaki Rahmawan, Pengantar Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas, Penerbit Media Tarbiyah – Bogor, Cetakan Pertama, Dzul Hijjah 1426H]
__________
Foote Note
[1]. Perkataan Dokter Muhammad Kamal Abdul Aziz dalam kitabnya Al-Ath’imah Al-Qur’aniyyah. Dicantumkan oleh Syaikh Salim bin Ied Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[2]. Tafsir Ibni Katsir (V/168), Tahqiq : Hani Al-Haj, cet. Al-Maktabah At-Tauqifiyah, Mesir.
[3]. Dinukil oleh Syaikh Salim bin Id Al-Hilaly dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[4]. Catatan kaki yang terdapat dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[5]. Catatan kaki yang tedapat dalam Shahih Ath-Thibb An-Nabawy fi Dhau’il Ma’arif Ath-Thabiyyah wal Ilmiyyah Al-Haditsah (hal. 399), cet. Maktabah Al-Furqaan, th. 1424H
[6]. Ath-Thibb An-Nabawy (hal. 292) oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, cet. Maktabah Nizaar Musthafa Al-Baaz, th. 1418H.
Sumber: http://www.almanhaj.or.id/content/2228/slash/

Melagukan Dzikir Dan Do`a

Artikel : Hikmah Al-Quran & Mutiara Hadits

Di antara hal-hal baru yang dimunculkan oleh manusia di dalam suara dan pelaksanaan ibadah adalah: bid’ah menyanyikan atau melagukan adzan, dzikir, do`a dan shalawat kepada Nabishallallahu 'alaihi wasallam, melagukan bacaan khutbah Jum’at, berdzikir dan berdo`a dengan suara keras di sanding jenazah pada beberapa kondisi, dzikir dengan berjamaah, yaitu dzikir jamaah di antara dua shalat tarawih, mengeraskan dzikir sewaktu keberangkatan dan kedatangan rombongan haji, meninggikan suara sewaktu ber-ta’rif (membaca dzikir dan do`a pada hari ‘Arafah) di berbagai tempat, berteriak sewaktu mengucapkan âmîndi dalam shalat, bersuara nyaring sewaktu membaca ayat kursi secara berjamaah setelah shalat, ucapan seorang muadzin(tukang adzan) dengan suara tinggi setelah shalat: ‘Ya Allah, Engkaulah Keselamatan…..” dan meninggikan suara sewaktu mengucapkan salam kepada Nabi shallallahu 'alaihi wasallamsetelah shalat, dan lain sebagainya dari hal-hal yang bila dikerjakan dan disuarakan merupakan perbuatan bid’ah. Atau dengan kata lain, bahwa menyuarakan dan mengeraskannya adalah bentuk perbuatan bid’ah.

Meninggikan suara ini telah dikenal dengan nama ‘Taqlîs’. Ath-Thurthusyi di dalam kitabnya “al-Hawâdits wa al-Bida’”, hal. 63, menuturkan bahwasanya Imam Malik rahimahullah sangat mengingkari perbuatan ‘Taqlîs’ di dalam do`a. Yaitu, meninggikan suara sewaktu berdo`a. Juga dilarang meninggikan suara sewaktu membaca al-Qur’an, sebagaimana ketika Imam Syafi’irahimahullah mengungkapkan tentang Imam Abu Yusufrahimahullah , beliau berkata, “Abu Yusuf adalah “Qallâs”, yaitu orang yang selalu meninggikan suaranya sewaktu membaca al-Qur’an.” Dan saya telah menjelaskan hal ini di dalam bahasan “Bida’ al-Qurrâ’”, hal.15-16.

Sungguh, berbagai hal baru ini telah menular kepada kalangan pengikut atsar (sunnah). Maka tidak heran jika Anda mendengar suara sangat keras di dalam bacaan qunut oleh sebagian imam di bulan Ramadhan, suara kadang direndahkan dan kadang dikeraskan sesuai dengan maksud dari do`anya, dan ditambah dengan berlebih-lebihan dalam melagukannya, membaguskan bacaan (tajwid)nya dan mentartilkannya, hingga seolah-olah dia sedang membaca satu surat al-Qur’an. Dengan bacaan yang demikian itu, dia berupaya memancing perasaan para makmum, agar mereka menangis.

Beribadah dengan hal-hal baru seperti itu di dalam Islam, yaitu bid’ah-bid’ah yang ditambahkan-tambahkan pada suara dan cara pelaksanaannya ini, asalnya bersumber dari syi’ar-syi’ar orang-orang Jahiliyah yang pernah mereka perlihatkan di Masjidil-Haram. Sebagaimana disebutkan oleh Allah Ta’ala –dengan nada mengingkari-,


وَمَا كَانَ صَلاَتُهُمْ عِندَ الْبَيْتِ إِلاَّ مُكَآءً وَتَصْدِيَةً 
“Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu lain tidak hanyalah siulan dan tepukan tangan.” (al-Anfal: 35).

Kata “al-mukâ”, di dalam ayat ini berarti: bunyi siulan, dan kata‘tashdiyah’ berarti: bersorak sambil bertepuk tangan hingga menimbulkan bunyi tepukan.

Ahli tafsir kesohor, Al-Alusi rahimahullah berkata, “Maksudnya adalah, bahwa sejenis amalan-amalan ini bukanlah ibadah, melainkan ia adalah syi’ar-syi’ar kaum Jahiliyah. Maka, siulan dan tepukan tangan yang sekarang ini dilakukan oleh sebagian orang-orang bodoh (awam) dari kaum muslimin di dalam masjid, yang mereka klaim sebagai ibadah dzikir kepada Allah ta’ala, termasuk dalam kategori perbuatan orang-orang Jahiliyah. Sungguh, alangkah indahnya ucapan seseorang yang mengatakan:“Pernahkah Allah ta’ala mengatakan: “Bersoraklah untuk-Ku, bernyanyilah, ucapkanlah kekufuran, dan namakan kekufuran itu sebagai dzikir.” Demikian tutur beliau.

Dan berbagai nada, suara merdu, paduan suara dan lagu yang mengiringi dzikir dan do`a ini, menyerupai apa yang dibuat-buat oleh orang-orang Nasrani di dalam puji-pujian mereka. Padahal, Nabi Isa 'alaihi sallam beserta para hawariyûn (pengikut setia beliau) tidak pernah menyuruh mereka melakukan itu. Itu sebenarnya dibuat dan diada-adakan oleh orang-orang nasrani, seperti yang pernah dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyahrahimahullah.

Oleh karena itu, pada saat ini, kami melihat dan mendengar nyanyian di dalam do`a merupakan ciri khas kelompok Rafidhah dan Tarekat. Maka, wajib bagi kaum Ahlussunnah agar menghindarkan diri dari menyerupai perbuatan mereka.

[Sumber: Dinukil dari kitab Tashhîh ad-Du’â`, karya Syaikh Bakar bin Abdullah Abu Zaid, edisi bahasa Indonesia: Koreksi Doa dan Zikir, pent. Darul Haq Jakarta] 

Jumat, 18 Mei 2012

INSPIRASI

 RAIHLAH KEBERKAHAN DI PAGI HARI 
Wahai Saudaraku!
Awalilah pagi harimu dengan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya, sungguh sangat banyak keberkahan yang ALLOH subhanahu wata’ala turunkan di pagi hari, janganlah engkau enggan untuk menyingkirkan selimut yang menghangati tubuhmu, tinggalkan kenikmatan tidur sesaat di pagi hari itu walaupun udara sangat terasa dingin. Janganlah memanjakan hawa nafsu dengan kemalasan untuk beranjak dari tempat tidur, karena akan ada banyak kerugian tatkala keberkahan di pagi hari itu engkau biarkan lewat begitu saja berlalu.
Berikut ini adalah kiat-kiat dan tahapan untuk meraih keberkahan di pagi hari: 


Pertama: 
  Raihlah keberkahan dengan berusaha bangun tidur sebelum adzan Shubuh dikumandang-kan, lalu raihlah keberkahan bangun tidurmu dengan dengan memunajatkan do'a bangun tidur, artinya, 
"Segala puji bagi ALLOH yang telah membangunkan kami kembali setelah Dia menidurkan kami dan hanya kepada-Nya tempat kami kembali." (lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid). 


Ke dua: 
  Sebelum memasuki kamar mandi raihlah keberkahan tatkala engkau meletakkan pakaianmu seraya mengucapkan, "Bismillah", dan jangan lupa berdo'a ketika mau masuk ke kamar mandi dengan ucapan, "Bismillah, Ya ALLOH sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari godaan syetan laki-laki dan syetan perempuan" (lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid), dan juga jangan lupa untuk mendahulukan kaki kiri kita tatkala memasuki kamar mandi agar ada keberkahan yang bisa kita kumpulkan. 
Lalu sucikanlah dirimu dengan meraih keberkahan wudhu`, agar wudhu` yang engkau lakukan itu mendapatkan keberkahan dari ALLOH subhanahu wata’ala maka sesuaikanlah dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, dan ingatlah bahwa wudhu yang sesuai dengan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam akan meleburkan dosa-dosamu dan menghapuskan kesalahan-kesalahanmu serta akan mengangkat derajatmu disisi-Nya. Dan dahulukanlah kaki kananmu tatkala engkau keluar dari kamar mandi seraya berdo'a, "Ghufroonaka (Aku minta ampunan-Mu wahai Rabb-ku)", itu akan menambahkan keberkahan bagimu. 
Tatkala engkau sudah berada di luar kamar mandi hendaklah berdo'a selesai wudhu,"Aku bersaksi (berikrar) bahwa tiada Tuhan yang haq kecuali ALLOH, Yang Maha Esa dan tiada sekutu bagi-Nya, Aku bersaksi (berikrar) bahwa Muhammad adalah hamba-Nya dan utusan-Nya" (lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid) 
Laksanakanlah olehmu shalat sunat wudhu 2 raka'at, ALLOH subhanahu wata’alamemberkahi hamba-Nya dengan balasan surga, ingatlah sebuah hadits yang menjelaskan tentang keutamaan Bilal radhiyallahu ‘anhu (muadzdzin Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam) dia masuk surga karena senantiasa shalat sunat wudhu` 2 raka'at setiap kali selesai berwudhu`.


Ke tiga: 
Jawablah olehmu panggilan adzan yang dikumandang oleh muadzdzin dari rumah ALLOH, dan sempurnakanlah keberkahan men-jawab panggilan adzan tersebut dengan membaca sholawat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan seuntaian do'a setelah adzan berkumandang, artinya, "Ya ALLOH, Tuhan Pemilik panggilan adzan yang sempurna ini dan shalat (wajib) yang akan didirikan, berikanlah Al-Wasilah (derajat di dalam surga) dan fadhilah kepada Muhammad, dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqam yang terpuji yang telah Engkau janjikan. Sesungguh Engkau tidak mengingkari janji." (lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid). 
Bermunajatlah engkau kepada Sang Penciptamu yang senantiasa mengabulkan do'a para hamba-Nya, berdo'alah kepada-Nya dengan do'a apa saja yang engkau inginkan, karena do'a antara adzan dan iqomah dikabulkan dan diijabahkan oleh-Nya, sebagaimana ucapan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, ’Do'a antara adzan dan iqomah tidak ditolak.’ 


Ke empat: 
Lanjutkanlah dengan melaksanakan shalat sunat sebelum Shubuh sebanyak dua raka'at dan sebaiknya engkau lakukan di rumah-mu, karena Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam telah menganjurkan agar ummatnya menghidupkan rumah mereka dengan shalat-shalat sunat, tilawatil qur`an, dzikir-dzikir, dan amal ibadah sunat lainnya. Renungkanlah olehmu tentang keberkahan, kehebatan dan keutamaan yang ALLOHsubhanahu wata’ala sediakan bagi siapa saja yang mengerjakan shalat sunat dua raka'at sebelum Shubuh, tentang hal ini Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda, "Dua raka'at shalat sunat fajar (shalat sunat sebelum shalat Shubuh) lebih baik daripada dunia dan seisinya)" (al-Hadits). 


Ke lima: 
Lalu langkahkanlah kakimu ke luar rumah untuk menuju rumah ALLOH, dan berdo'alah kepada-Nya tatkala engkau keluar dari rumahmu dengan ucapan, "Bismillahi tawakkaltu 'alALLOHi laa haula walaa quwwata illa billah" (Dengan menyebut nama ALLOH, aku bertawakkal kepada ALLOH, tiada daya dan kekuatan kecuali karena pertolongan ALLOH), dan do'a-doa lainnya (lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid). 
Dan tatkala engkau akan memasuki masjid jangan lupa mendahulukan kakimu yang kanan karena engkau akan memasuki rumah ALLOH, tempat yang suci lagi diagungkan, muliakanlah rumah-Nya dengan do'a, "Bismillah washsholaatu wassalaamu 'alaa Rasulillahi, ALLOHum-maftahlii abwaaba rahmatika" (Dengan menyebut nama ALLOH, semoga sholawat dan salam tercurah kepada Rasulullah, Ya ALLOH bukakanlah untukku pintu-pintu rahmat-Mu).’ (lihat teksnya dalam buku tuntunan do'a dan wirid). 
Muliakanlah rumah ALLOH yang engkau masuki dengan melaksanakan shalat sunat tahiyyatul masjid dua raka'at, niscaya keberkahan pasti ALLOH subhanahu wata’ala limpahkan kepadamu. 


Ke enam: 
Tunaikanlah shalat Shubuh dengan khusyu' agar engkau dimuliakan dan digolongkan dalam barisan orang-orang yang beruntung, renungkanlah firman ALLOH subhanahu wata’ala berikut ini, artinya, "Sungguh beruntung orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyu' dalam shalatnya" (QS. Al-Mu’minun: 1-2) 
Dan ingatlah bahwa tujuan utamamu berada di rumah ALLOH di pagi hari itu hanyalah untuk mengejar dan memburu keberkahan dan kehebatan shalat Shubuh berjama'ah, oleh karena itu renungkanlah dengan sebaik-baiknya tentang keagungan, kehebatan dan keutamaan sholat subuh berjama'ah di masjid, renungkanlah apa yang telah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam tentang hal itu, diantaranya: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,Tidak ada shalat yang paling berat bagi orang-orang munafik selain shalat Shubuh dan Isya, seandainya mereka mengetahui kebaikan didalam jamaah kedua shalat tersebut, pasti mereka akan mendatangi-nya walaupun dengan merangkak.’ (Muttafaqun 'Alaih) 
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang menghadiri shalat Isya’ berjama'ah maka seolah-olah dia shalat setengah malam dan barangsiapa yang menghadiri shalat Shubuh berjama'ah maka seolah-olah dia shalat semalam suntuk.’ (HR. Muslim) 
Dalam hadits lain beliau bersabda, ’Barangsiapa shalat Shubuh berjama'ah maka dia berada dalam jaminan ALLOH (maksudnya: Dia melindungi, memperhatikan dan menjaga hamba tersebut).’ (HR. Ibnu Majah dan Thabrani) 
Dalam hadits lain beliau bersabda, "Sesungguhnya ALLOH kagum terhadap orang-orang yang shalat berjama'ah" (HR.Ahmad). 


Ke tujuh: 
Selesai menunaikan shalat Shubuh berjama'ah, jangan sia-siakan keberkahan selanjutnya yaitu dzikir setiap selesai shalat fardhu. (lihat teks dzikir selesai shalat fardhu dalam buku tuntunan do'a dan wirid). Setelah mengerjakan wirid selesai shalat fardhu, jangan terburu-buru untuk meninggalkan masjid, raihlah beribu-ribu keberkahan lainnya yang telah ALLOHsubhanahu wata’ala sediakan bagi siapa yang mau memburu, keberkahan itu adalah ‘dzikir pagi hari’ karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpesan melalui sabdanya, "Sungguh aku duduk bersama kaum berdzikir kepada ALLOH setelah shalat Shubuh hingga terbit matahari lebih aku senangi dari memerdekakan 4 orang keturunan (Nabi) Isma'il, dan Sungguh aku duduk bersama kaum berdzikir kepada ALLOH setelah shalat ‘Ashar hingga terbenam matahari lebih aku senangi dari memerdekakan 4 orang keturunan (Nabi) Isma'il" (HR. Abu Daud) 
Dalam hadits lain Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang menunaikan shalat Shubuh berjama'ah, lalu dia berzikir kepada ALLOH hingga terbit matahari lalu dia shalat dua raka'at, maka dia mendapatkan pahala seperti pahala haji atau pahala umroh dengan sempurna, sempurna dan sempurna" (HR. At-Tirmizi dan dishahihkan oleh Syekh Al-Albani). Tentang teks dzikir pagi dan dzikir sore lihat dalam buku tuntunan do'a dan wirid. (Abu Abdillah Dzahabi)

Selasa, 15 Mei 2012

MANFAAT TEMULAWAK

BUDIDAYA TANAMAN TEMULAWAK
Kegunaan utama rimpang temulawak (Curcuma xanthorrhiza Roxb.) adalah sebagai bahan baku obat, karena dapat merangsang sekresi empedu dan pankreas. Sebagai obat fitofarmaka, temulawak bermanfaat untuk mengobati penyakit saluran pencernaan, kelainan hati, kandung empedu, pankreas, usus halus, tekanan darah tinggi, kontraksi usus, TBC, sariawan, dan dapat dipergunakan sebagai tonikum. Secara tradisional, banyak digunakan untuk mengobati diare, disentri, wasir, bengkak karena infeksi, eksim, cacar, jerawat, sakit kuning, sembelit, kurang nafsu makan, kejang-kejang, radang lambung, kencing darah, ayan, dan kurang darah. Kebutuhan simplisia temulawak sebagai bahan baku obat tradisional di Jawa Tengah dan Jawa Timur tahun 2003 menduduki peringkat pertama dilihat dari jumlah serapan industri obat tradisional.
Banyaknya ragam manfaat temulawak baik untuk obat tradisional maupun fitofarmaka karena rimpangnya mengandung protein, pati, zat warna kuning kurkuminoid dan minyak atsiri. Kandungan kimia minyak atsirinya antara lain, feladren, kamfer, turmerol, tolilmetilkarbinol, ar-kurkumen, zingiberen, kuzerenon, germakron, β-tumeron dan xanthorizol yang mempunyai kandungan tertinggi (40 %). 

PERSYARATAN TUMBUH 
Tumbuh baik pada jenis tanah latosol, andosol, podsolik dan regosol. Tanah bebas dari penyakit layu bakteri, ketinggian tempat 100 – 1500 m dpl, dengan curah hujan 1500 – 4000 mm/th. 

BAHAN TANAMAN 
Temulawak merupakan tanaman asli Indonesia yang tumbuh liar dibawah tegakan jati. Saat ini sudah mulai dibudidayakan secara terbatas dan diantara populasi tersebut potensi produksi dan mutunya beragam. Balittro telah mempunai 10 nomor harapan temulawak yang 26 berpotensi produksi (20 - 40 ton/ha), kadar minyak atsiri (6,2 – 10,6 %), kadar kurkumin (2,0 – 3,3 %). Bahan tanaman untuk benih harus tepat dan jelas nama jenis, varietas dan asal usulnya. 
Temulawak termasuk tanaman berbatang basah, tingginya dapat mencapai 2,5 m, bunganya berwarna putih kemerah-merahan atau kuning, bertangkai panjangnya 1,5 - 3 cm, berkelompok 3 sampai 4 buah. Tumbuhan ini tumbuh subur pada tanah yang gembur, dan termasuk jenis temu-temuan yang sering berbunga. Bunganya langsung keluar dari rimpang dengan bunga berwarna merah, kelopak hijau muda, pangkal bunga bagian atas berwarna ungu. Bagian yang dipanen dan dipergunakan adalah rimpang yang beraroma tajam dengan daging rimpang berwarna kuning tua sampai jingga. Panen dapat dilakukan pada umur 7 - 12 bulan setelah tanam atau daun telah menguning dan gugur. Sebagai bahan tanaman untuk benih digunakan tanaman yang sehat berumur 12 bulan. 

PEMBENIHAN 
Untuk benih bisa menggunakan rimpang induk dan anak rimpang. Apabila digunakan rimpang induk maka hanya seperempat bagian (satu rimpang induk dibelah menjadi empat bagian membujur) untuk satu lubang tanam. Sedang apabila menggunakan anak rimpang ukuran benihnya 20 – 40 g/potong. Sebelum ditanam benih ditumbuhkan dahulu sampai mata tunasnya tumbuh dengan tinggi 0,5 - 1 cm, sehingga dapat diperoleh tanaman yang seragam. 

BUDIDAYA 
Penerapan teknologi budidaya yang mengacu kepada SPO yang dimulai dari pemilihan jenis, varietas unggul/harapan, lingkungan tumbuh, pembenihan, pengolahan lahan, cara tanam, pemeliharaan, pengendalian hama penyakit, cara panen dan pengolahan pasca panen akan menghasilkan bahan baku yang bermutu tinggi dan terstandar. Sebaiknya tanam dilakukan pada awal musim hujan. 27 Persiapan lahan Tanah diolah agar menjadi gembur, diupayakan agar drainase sebaik mungkin, sehingga tidak terjadi penggenangan air pada lahan, oleh karena itu perlu dibuat parit-parit pemisah petak. Ukuran petak lebar 2,5 – 4 m dengan panjang petak disesuaikan dengan kondisi di lapangan. Jarak tanam Jarak tanam temulawak bervariasi antara, 50 x 50 cm, 50 x 60 cm atau 60 x 60 cm, pada sistem budidaya monokultur. Apabila tanaman akan ditanam secara pola tumpang sari dengan tanaman sisipan kacang tanah, maka jarak tanamnya 75 x 50 cm. Pola tanam Tanaman ini bisa ditanam dengan pola tumpangsari dengan kacang tanah, menggunakan jarak tanam antar baris lebih lebar yaitu 75 cm dan jarak dalam barisan 50 cm. Tanaman kacang tanah ditanam bersamaan dengan menanam temulawak, pada umur 3 - 4 BST kacang tanah sudah dapat dipanen. Tumpang sari dengan kacang tanah dapat menambah kesuburan tanah khususnya dapat menambah unsur N tanah. Pemupukan Pupuk kandang 10 – 20 ton/ha sebagai pupuk dasar diberikan pada saat tanam. Pupuk Urea, SP-36 dan KCl, dengan dosis masingmasing 200 kg, 100 kg dan 100 kg/ha untuk pola monokultur, serta 200 kg/ha untuk pola tumpangsari. SP-36 dan KCl diberikan pada saat tanam, Urea diberikan 3 agihan pada umur 1, 2 dan 3 bulan setelah tanaman tumbuh masing-masing sepertiga bagian.

Pemeliharaan 
Pemeliharaan tanaman meliputi penyiangan dan pembumbunan, untuk menghindari adanya kompetisi perolehan zat hara dengan gulma dan menjaga kelembaban, suhu serta kegemburan tanah. Pembumbunan dilakukan untuk memperbaruhi saluran drainase pemisah petak, tanah dinaikkan ke petak-petak tanam, biasanya dilakukan setelah selesai penyiangan. 28 Pengendalian organisme pengganggu tanaman Jarang terjadi serangan hama dan penyakit. Namun untuk menghindari munculnya serangan perlu diantisipasi dengan cara pencegahan. Tindakan untuk mencegah masuknya benih penyakit busuk rimpang yang disebabkan Ralstonia solanacearum, dilakukan dengan penggunaan benih sehat, perlakuan benih sehat (perendaman dengan antibiotik), menghindari pelukaan (menaburkan abu sekam dipermukaan rimpang), pergiliran tanaman, pembersihan sisa tanaman dan gulma, pembuatan saluran irigasi supaya tidak ada air menggenang dan aliran air tidak melalui petak sehat, inspeksi kebun secara rutin. 

PANEN
Umur panen Panen yang tepat berdasarkan umur tanaman perlu dilakukan untuk mendapatkan produktivitas yang tinggi, yaitu pada umur 10 – 12 bulan setelah tanam, biasanya daun mulai luruh atau mengering. Dapat pula dipanen pada umur 20 – 24 bulan. Cara panen Panen dilakukan dengan cara menggali dan mengangkat rimpang secara keseluruhan. 

PASCA PANEN 
Pembersihan/pencucian Rimpang hasil panen dicuci dari tanah dan kotoran, kemudian dikering anginkan sampai kulit rimpangnya tidak basah lagi. Perajangan rimpang Setelah itu, rimpang diiris membujur dengan ketebalan 2 – 3 mm. Pengeringan simplisia Rajangan rimpang dijemur dengan menggunakan energi matahari diberi alas yang bersih, atau bisa dengan pengering oven dengan suhu 40 – 60o C, hingga mencapai kadar air 9 – 10 %. 29 

PENGANEKARAGAMAN PRODUK
Rimpang temulawak sebagian besar digunakan untuk bahan baku obat, produknya berupa minyak temulawak, oleoresin, pati, instant, zat warna kuning, beberapa jenis makanan, minuman, dan minyak atsiri. 

USAHA TANI 
Untuk memperoleh hasil yang optimum dengan usahatani yang menguntungkan, faktor-faktor yang mempengaruhi di dalam teknologi budidaya perlu diperhitungkan. Berikut analisis usahatani temulawak dengan teknologi budidaya anjuran Balittro. Hasil Usahatani Budidaya Temulawak pada luasan 1 hektar No. Uraian Volume Fisik Harga satuan (Rp.) Total (Rp.) 

ANALISA ERHITUNGAN PENGELUARAN UPAH 
1. Pengolahan tanah I 90 HOK 15.000,- 1.350.000,- 
2. Pengolahan tanah II 90 HOK 15.000,- 1.350.000,- 
3. Pemupukan dasar 30 HOK 15.000,- 450.000,- 
4. Tanam 60 HOK 15.000,- 900.000,- 
5. Pemeliharaan 100 HOK 15.000,- 1.500.000,- 
6. Panen 90 HOK 15.000,- 1.350.000,- 
7. Prosesing hasil panen 60 HOK 15.000,- 900.000,- 
TOTAL UPAH 7.800.000,- 

PENGELUARAN BAHAN 
1. Benih 1000 kg 3.000,- 3.000.000,- 
2. Pupuk kandang 20 ton 80.000,- 1.600.000,- 
3. Urea 200 kg 1.750,- 3.500.000,- 
4. SP36 100 kg 1.750,- 1.750.000,- 
5. KCl 100 kg 3.000,- 3.000.000,- 
6. Karung plastik 750 lbr 2.000,- 1.500.000,- 
TOTAL BAHAN 14.350.000,- 
TOTAL PENGELUARAN (I+II) 22.150.000,- 


PENDAPATAN BRUTO 

Produksi rimpang segar 22.500 kg 1.500,- 33.750.000,- 

KEUNTUNGAN  11.600.000,- 30 Ratio biaya dengan pendapatan atau benefit cost ratio (B/C) B/C merupakan salah satu cara untuk mengukur kelayakan usaha temulawak. B/C merupkan pembanding antara hasil penjualan dengan total pengeluaran biaya produksi, B/C usahatani temulawak = 1,52. Titik balik modal atau break even point (BEP) Titik balik modal adalah suatu kondisi saat investasi tidak mengalami kerugian dan tidak mndapatkan keuntungan atau disebuit juga titik inpas. Titik inpas ada dua yaitu titik inpas produksi dan titik inpas harga. Titik inpas (BEP) produksi diperoleh dari total pengeluaran dibagi harga per-1 kg temulawak saat itu, berarti pada jumlah produksi tertentu usahatani temulawak berada pada titik inpas. Sedangkan BEP harga diperoleh dari total pengeluaran dibagi total produksi rimpang temulawak, berarti pada harga yang diperoleh usaha tidak merugi dan tidak beruntung. BEP produksi usahatani temulawak = 14.768 kg rimpang segar. BEP harga usahatani temulawak = Rp. 985,-/kg rimpang segar. Efisiensi penggunaan modal atau return of investment (ROI) Perhitungan nilai keuntungan usahatani temulawak yang dikaitkan dengan modal yang telah dikeluarkan. ROI diperoleh dari hasil bagi antara penjualan dengan biaya produksi dikalikan 100%, ROI usahatani temulawak adalah 152,40%. Sirkuler No. 11, 2005 BUDIDAYA TANAMAN TEMULAWAK Mono Rahardjo dan Otih Rostiana Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian Balai Penelitian Tanaman Obat dan Aromatika 
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Telp. (0251) 321879, Fax. (0251) 327010 E-mail : balittro@telkom.net. Homepage : http://www.balittro.go.id

Lambang 50 kota


LAMBANG DAERAH 50 KOTA" Arti lambang:
  1. Bentuk Dasar Oval Melambangkan jiwa persatuan Bulek Sagolongan Picak Salayangan Barek Samo Dipikua Ringan Samo Dijinjiang.
  2. Warna Biru Melambangkan sifat ramah tamah dan setia, Aianyo Janiah Ikannyo Jinak, Sayaknyo Landai, Dalam Nan Indak Tajangkau Dangka Nan Indak Tasubarangi, Buayo Gadang Maunikan.
  3. Warna Merah Putih. Melambangkan Bendera Kebangsaan
  4. Padi Melambangkan Lima Puluh Kota sebagai daerah agraris yang menghasilkan padi sebagai bahan pangan pokok rakyat.
  5. Kapas Melambangkan bahwa rakyat Lima Puluh Kota suka bertenun menghasilkan sandang
  6. Gunung dan Sungai Melambangkan bahwa Kabupaten Lima Puluh Kota alamnya bergunung-gunung dan bersungai-sungai
  7. Carano Melambangkan jiwa musyawarah, Tuah Sakato, Cilako Basilang
  8. Rumah Bagonjong Limo Melambangkan Adat nan Basandi Syarak dan Syarak Basandi
  9. Kitabullah, nan Indak Lakang dek Paneh, Indak Lapuak dek Hujan.
  10. Bintang Persegi Lima Dengan warna Kuning adalah Lambang Ketuhanan Yang Maha Esa
  11. Tulisan 50 Mengingatkan kepada sejarah asal usul sebab daerah ini dinamakan Luak Limo Puluh Kota


Rabu, 11 April 2012

Sejarah Payakumbuh Limo puluh kota


Sejarah
Nama limo puluh kota diambil dari peristiwa kedatangan 50 (limapuluh ) rombongan yang datang dari pariangan padang panjang untuk mencari pemukiman baru di kaki gunung sago . Mereka berangkat dari pariangan padang panjang, sungai jambu, menuju tabek patah, tanjuang alam, tungka, bukik junjuang siriah, bawah burai, aia taganang, padang kubuang, padang si janti-janti, lurah pimpiang, lurah luak kuntu, lurah basuduik, lurah sumua sati, lurah jalan binti, ngalau dan sebagainya. Dalam perjalan rombongan menemui sebuah padang ribu-ribu yang luas dan memutuskan bermalam di situ karena hari telah senja. Perkiraan tempat itu sekitar pasar ternak sekarang perbatasan piladang dan situjuah ).

Pagi esok harinya, di waktu rombongan akan berpencar mencarai tempat yang baik untuk daerah pemukiman dan pertanian, diketahui telah berkurang lima rombongan. Setelah tanya-bertanya kemana perginya yang kurang itu, semua yang menjawab mengatakan : antahlah! Tempat itu sampai sekarang bernama padang siantah. Beberapa waktu kemudian baru diketahui, kelima rombongan yang antahlah! Itu menuju daerah bangkinang ,kuok, air tiris, salo dan rumbio.

Selanjutnya rombongan yang tinggal 45 kelompok ini melanjutkan perjalanan dan akhirnya sampailah pada suatu tempat dekat batang agam yaitu titian aka dan kumbuah nan bapayau, dan mereka berhenti dan disambut oleh niniak nan batigo yaitu : rajo panawa, barabin nasi, dan jhino katik rombongan yang telah lebih dahulu sampai di payakumbuh.
Niniak nan batigo menerima baik kedatangan mereka. Dan dengan senang hati mempersilahkan memilih tempat yang layak untuk diolah jadi pemuki-man, peladangan dan sawah. Untuk sama-sama teguh memegang buat sebelumnya diadakan musyawarah yang diadakan di atas sebuah tanjung dekat air tabik, mereka berhimpun (berkumpul) di tanjung ter-sebut sehingga dinamai tanjung tersebut dengan tanjung himpun ( masyarakat menyebutnya tanjung pun) .

Dan kemudian mereka membagi rombongan dan melanjutkan menuju arah yang mereka suka masing-masing tempat mereka berpisah dinamai dengan Labuah Basilang. Rombongn yang datang dari pariangan padang panjang, adalah :

Rombongan yang menuju arah Batu Hampar adalah
1). Datuak Pangulu Basa Ke Tambun Ijuak,
2). Datuak Rajo Malano Ke Batu Hampa,
3). Datuak Munsaid Ke Koto Tangah dan
4). Datuak Permato Dirajo Ke Durian Gadang.

Rombongan yang menuju kearah Tiaka adalah :
1). Datuak Rajo Basa
2). Datuak Rajo Indo Anso
3). Datuak Sinaro Nan Bagonjong
4). Datuak Tumangguang Nan Pariawan ,
5). Datuak Gindo Malano Nan Panjang,
6). Datuak Malagiri Nan Hitam.

Rombongan yang menuju ke Air Tabit adalah :
1). Datuak Marajo Indo Nan Mamangun,
2). Datuak Marajo Indo Nan Rambayan,
3). Datuak Gindo Malano
4). Datuak Rajo Makhudum,
5). Datuak Damuanso dan
6). Datuak Bandaro Sati.

Rombongan yang menuju ke Anak Koto Air Tabit adalah :
1). Datuak Paduko Alam Ke Limbukan,
2). Datuak Paduko Sinaro Ke Aur Kuniang,
3). Datuak Rajo Malano Ke Sei Kamuyang,
4). Datuak Rajo Malikan Nan Panjang Ke Mungo,   
5). Datuak Pangulu Basa Ke Andaleh.

Sementara itu rombongan menuju arah Halaban adalah:
1). Datuak Rajo Mudo Ke Halaban,
2). Datuak Paduko Alam Ke Ampalu,
3). Datuak Paduko Marajo Ke Sitanang,
4). Datuak Munsoik Ke Tebing Tinggi

Rombongan menuju Situjuah adalah :
1.    Datuak Marajo Simagayua Nan Mangiang ke Situjuah Banda Dalam,
2.    Datuak Rajo Malano ke Situjuah Ladang  Laweh
3.    Datuak Munsoid ke Situjuah Gadang,
4.    Datuak Marajo Kayo Ke Situjuah Batua.

Rombongan yang menuju ke Talago Gantiang   adalah :
1.     Datuak Rajo Mangkuto Nan Lujuah Ke Balai Talang
2.    Datuak Bandaro Nan Hitam Ke Talago, dan
3.    Datuak Patiah Baringek Ke Kubang

Rombongan yang menuju Gunuang Bungsu adalah :
1.    Datuak Bandaro Nan Balapiah Ke Simalanggang,
2.    Datuak Mangun Dirajo Ke Sungai Beringin,
3.    Datuak Rajo Baguno Ke Piobang,
4.    Datuak Bagindo Soik Ke Taeh,
5.    Datuak Sabatang Ke Gurun, dan
6.    Datuak Tunaro Ke Lubuak Batingkok

Kemudian rombongan menuju Sarilamak adalah :
1.    Datuak Sinaro Nan Panjang Ke Sarilamak,
2.    Datuak Sinaro Nan Garang Ke Tarantang
3.    Datuak Bandaro Ke Harau dan
4.    Datuak Tan Gadang Ke Solok Padang Laweh.

Dan rombongan arah Taram dan Batu Balang adalah :
1.     Datuak Tumangguang Ke Taram
2.     Datuak Panghulu Basa Ke Bukik Limbuku,
3.     Datuak Marajo Basa Ke Batu Balang,

Adapun lima ( 5 ) rombongan yang hilang tersebut adalah :
1.    Datuak Permato Soid Di Kuok,
2.    Datuak Bandaro Sati Di Bangkinang,
3.    Datuak Tan Gadang Di Salo,
4.    Datuak Baramban Di Aie Tiris, Dan
5.    Datuak Marajo Basa Di Rumbio